Minggu, 24 Agustus 2014

(Bukan) Tugas Kenegaraan

Pada hari Minggu, 17 Agustus 2014 kemarin, KRST kembali diundang Intelektualita Luar biasa kan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tapi sayangnya bukan untuk tugas kenegaraan, melainkan menjadi pengisi acara halal bi halal berkat hasil promosi salah satu dedengkot kita, Mas Henri Arkan atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Hengheng. Acara ini dilaksanakan di Pondok Puspita di daerah Alun-Alun Kidul. Kali ini Vikra (keyboard), Endi (bass), Aris (gitar), Tunggul (kajon), Monic, dan Ovin (vocal) yang siap membawakan lagu-lagu era 90-an.

Lebih dari 30 lagu sudah disiapkan semenjak H-1 nge-job. Kostum merah untuk vokalis diusung supaya semangat kemerdekaan dan suasana hangat dapat terbangun. Pukul 08.00 para personil sudah bersiap di kampus, pukul 10.30 cuss, dan pukul 11.00 sudah ready to perform di venue yang berumput. Karena diadakan di taman terbuka jadi semacam garden party gitu, suasana pepohonan rindang dan sepoi angin menemani alunan lagu yang dimainkan. Halal bi halal ini dihadiri oleh kira-kira 40 orang. Tidak sedikit hadirin yang ikut bernyanyi bersama sembari menikmati santap siang. Acara ini juga dimeriahkan oleh open mic dari MC dan pembagian doorprize unik. Beberapa personil kita ada yang dapet sabun sama keset lho. Hahaa… Tuan rumah puas, kita senang. Salah satu pengalaman yang seru, Fams! Pokoknya always enjoy what you do and you’ll be happy then. Salam masuk akal! J

bu monica terpantau sedang memberi arahan sebelum manggung,
"jadi tuh entar gas pol aja!!"

cek mental sebelum pergi manggung. sepertinya tidak sehat.

sedikit selfie sebelum genjreng!

garden party

-Ovin Safitri-

Senin, 16 Juni 2014

Sudah Rapih, Monggo Diberantakkin Lagi..

Bilik. Begitulah kami menyebut ruangan sempit penuh suka duka di ujung selatan gedung F, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Sleman. 

dalam bilik. 2012.
Kenapa disebut Bilik? Biasanya orang lain akan menyebutnya Sekret, Markas, dsb.
Mungkin bisa dibahas di lain kesempatan.
Buat beberapa dari kami-kami ini, Bilik ya Bilik. Bilik KRST.
Mbilik--kata kerja; sejatinya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Bilik KRST--menjadi sebuah proses tersendiri dalam pembentukkan atau pematangan rasa memiliki saya, kamu, dia, mereka, kami, dan kita untuk berkeluarga dan berkesenian.

Dulu banyak kakak-kakak senior yang bilang, "biarin bilik berantakkan. Artinya orang-orang didalamnya berproses."
Faktanya memang itu terjadi. Tiap sehabis pentas atau acara apapun yang diadakan KRST, esoknya Bilik pasti sudah jadi semacam kapal pecah. Bekas-bekas properti pentas yang tak tentu mau diapakan, peletakkan lampu dan alat musik yang 'asal nempatin', sehingga tak ada lagi ruang untuk sekedar duduk bersila. Yah, meskipun hal ini tidak menghentikan kreativitas anak-anak Bilik untuk geser-sana-geser-sini hingga akhirnya ruang untuk tengkurap di atas karpet sambil mainan laptop pun tercipta. Dahsyat.

Belum lama ini kami mengadakan pentas produksi #3 dengan judul naskah 'SchizophreNIA'. Alhamdulillah pentasnya berjalan lancar (cerita lebih lanjut di lain kesempatan). Dan seperti biasa, seolah seperti budaya luhur yang sudah mengakar jauh, barang-barang keperluan pentas tertata secara brutal didalam ruangan sempit itu. 

Bilik berantakkan.
Artinya orang-orang didalamnya berproses.

Kepuasan pasca pentas sulit untuk dibilas bersih. Senyum kecil di ujung bibir ditemani rasa bangga dalam hati kadang masih muncul tanpa perlu dinanti.


dalam bilik. pasca-pasca-pentas. 2014
Sekarang Biliknya sudah kami rapihkan lagi. Dan jangan takut. Kami siap mengulang lagi.
Monggo berproses lagi. Monggo diberantakkin lagi.

Salam.
Monggo dinikmati sedikit rekam peristiwa mbilik.


mas erwin dan kembarannya. didepan bilik.

mas buldan setelah sekian lama di negeri paman sam. kembali menggenjreng. didalam bilik.

wisuda kokoh. didepan bilik

latihan menuju pentas 'aa ii uu'. didepan bilik.

ya begitulah. didepan bilik.

lebih baik tidak dikomentari. didalam bilik.

proses mempercantik diri. didepan bilik.

wisuda mas putra. didepan bilik.

corat-coret kusen bilik.

proses perapihan.

proses perapihan yang menyimpang.

didalam bilik. semacam warnet. 

sarang penyamun. didepan bilik.

Jumat, 13 Desember 2013

KPDYTC 2013

Pada 20 September lalu, KRST menyambut keluarga baru (mahasiswa Psikologi UGM angkatan 2013) dengan mengadakan acara tahunan "KPDYTC". Pentas ini menampilkan sebuah karya dari Silviani (Psi '12) yang berjudul "Sandar Rapuh". Dengan Afra selaku pemeran utama, pentas ini berhasil menghidupkan suasana di auditorium G-400 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

persiapan di G400
Sebagai bentuk penyambutan, KRST menempatkan tiga kelompok mime yang bertugas mengarahkan penonton menuju lokasi pementasan. Mime ini merepresentasikan tiga bentuk cinta yang berbeda.

lantai tiga: mime representasi cinta pada keluarga

lantai dua: mime representasi cinta pada kekasih

lantai satu: mime representasi cinta pada sahabat

Pementasan yang menggambarkan kehidupan sebagai seorang mahasiswa ini melibatkan seluruh trah (divisi) yang berada di KRST, yakni Trah Seni Pertunjukkan (seni musik, seni tari, keaktoran, dan lighting), Trah Seni Rupa (make up, kostum, dan setting properti), serta Trah Media Rekam (publikasi dan dokumentasi).




Di akhir pementasan, KRST meminta penonton yang kebanyakan merupakan mahasiswa baru untuk membentuk lingkaran. Afra sebagai kepala keluarga KRST pun memberikan sambutan dan ucapan selamat bagi mereka karena telah mencapai jenjang baru, yakni perkuliahan.



Di akhir rangkaian acara, seluruh panitia dan penonton menyatukan tangan untuk meneriakkan slogan KRST. Selanjutnya, kami pun berfoto bersama.

"KRST, masuk akal!!!"

foto bersama anggota keluarga baru

Selasa, 29 Oktober 2013

Ketentuan PSYCHART 2013: BATAS TANPA BATAS

PSYCHART 2013: BATAS TANPA BATAS

A. Kompetisi Komposisi Musik Kreatif

A.1. Ketentuan Peserta

1.      Tiap kelompok/regu terdiri atas maksimal 10 orang peserta
2.      Tiap peserta wajib menyerahkan fotokopi identitas masing-masing, paling lambat diserahkan ketika technical meeting
3.       Tiap kelompok/regu wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000,-
4.      Tiap kelompok/regu yang sudah mendaftar wajib mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti technical meeting yang akan diadakan pada tanggal 30 November 2013
5.      Pendaftaran peserta terbuka untuk tingkat umum
6.       Pendaftaran ditutup pada tanggal 25 November 2013
7.      Penutupan pendaftaran bisa ditutup lebih awal jika kuota jumlah pendaftar sudah terpenuhi

A.2. Ketentuan Kompetisi

1.       Tiap peserta dilarang menggunakan instrumen elektrik dalam kompetisi ini, kecuali mik sorot yang disediakan panitia
2.      Tiap kelompok/regu diberikan waktu perform selama 25 menit
3.       Tiap kelompok/regu wajib membawakan 1 lagu karya sendiri yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan 1 lagu bebas
4.      Instrumen tidak dibatasi harus alat musik standar
5.      Penilaian juri akan berdasarkan pada: (1) kreatifitas aransemen musik, (2) elaborasi terhadap tema ‘isu sosial’, (3) kekompakan/keseimbangan tatanan musik dan sound, dan (4) penampilan/aksi panggung

A.3. Pelanggaran dan Sanksi
  1. Penggunaan instrumen elektrik kecuali mikrofon akan berujung ke diskualifikasi peserta
  2. Ganti rugi wajib dilakukan bila terjadi kerusakkan oleh peserta terhadap alat yang disediakan panitia
  3. Kelompok/regu yang tidak mengirimkan perwakilannya pada saat technical meeting dianggap setuju dengan semua ketentuan yang dibuat oleh panitia

A.4. Hadiah
  1.  Kelompok yang menempati juara PERTAMA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 1.500.000,-
  2. Kelompok yang menempati juara KEDUA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 1.000.000,-
  3. Kelompok yang menempati juara KETIGA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 500.000,-


B. Lomba Lukis Tanpa Batas

B.1. Ketentuan Peserta
  1. Tiap peserta wajib menyerahkan fotokopi identitas masing-masing
  2. Tiap peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000,-/karya
  3. Satu orang peserta diperbolehkan mendaftarkan maksimal 3 karya
  4. Peserta wajib mengikuti technical meeting yang akan diadakan pada tanggal 30 November 2013
  5. Penyerahan ketentuan peserta paling lambat dilakukan pada saat technical meeting
  6. Pendaftaran peserta terbuka untuk tingkat umum
  7. Pendaftaran peserta ditutup pada tanggal 25 November 2013
  8. Penutupan pendaftaran bisa ditutup lebih awal jika kuota jumlah pendaftar sudah terpenuhi

B.2. Ketentuan Kompetisi
  1. Tiap peserta diperbolehkan menggunakan media lukis apapun kecuali kanvas lukis
  2. Karya yang didaftarkan wajib diserahkan kepada peserta paling lambat pada tanggal 25 November 2013
  3. Karya yang telah diserahkan akan dipamerkan sebagai bentuk lomba pada hari pertama, yaitu pada tanggal 7 Desember 2013
  4. Karya juara PERTAMA, KEDUA, dan KETIGA, serta karya FAVORIT akan dipamerkan secara khusus pada hari kedua, yaitu pada tanggal 8 Desember 2013
  5. Penilaian juri akan berdasarkan pada: (1) eksplorasi, (2) eksekusi, (3) teknis dan media, (4) elaborasi terhadap tema ‘isu sosial’
  6. Peserta wajib memberikan ‘judul’ pada karyanya guna memudahkan pameran dan penjurian
  7. Pasca acara, karya menjadi tanggung jawab peserta masing-masing
  8. Karya FAVORIT akan dipilih berdasarkan voting dari pengunjung

B.3. Pelanggaran dan Sanksi
  1. Setelah karya diserahkan ke panitia, peserta yang melakukan perubahan dalam bentuk apapun terhadap karyanya akan didiskualifikasi
  2. Karya yang diserahkan setelah tanggal 25 November 2013 tidak akan diterima dan uang pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak akan dikembalikan

B.4. Hadiah
  1. Karya yang menempati juara PERTAMA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 750.000,-
  2. Karya yang menempati juara KEDUA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 500.000,-
  3. Karya yang menempati juara KETIGA akan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp. 250.000,-
  4. Karya FAVORIT akan mendapatkan sertifikat dan dipamerkan secara khusus sama dengan juara PERTAMA, KEDUA, dan KETIGA

Minggu, 29 September 2013

Wisuda S1 [Agustus '13]


Setelah event AASP, KRST berkesempatan untuk ikut melepas salah satu anggota keluarga, Mas Putra (2008) dalam acara wisuda S1 yang diadakan di G-100 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Persiapan dilakukan bersamaan dengan berakhirnya event AASP pada 24 Agustus 2013 lalu.



Via dan Ama pada vokal, Tunggul pada gitar, Vikra pada keyboard, Debby pada bass, Aji pada cajon, serta Monic dan Aga sebagai sound engineer berhasil menghibur 55 mahasiswa S1 yang dilepas pada hari itu. Para dosen, orang tua mahasiswa, dan panitia yang terlibat dalam acara juga mengaku puas pada penampilan KRST. Salah satu panitia bahkan berkomentar, “Penampilannya bagus. Suara vokalisnya keren-keren ya.”

KRST Bersama Mas Putra Setelah Wisuda

Konferensi Dua Tahunan AASP (Asian Association of Social Pschology)

Tanggal 23-24 Agustus 2013, KRST mendapat kehormatan untuk berpartisipasi dalam sebuah konferensi internasional dua tahunan yang diselenggarakan oleh Asian Association of Social Pschology (AASP). Selain menghibur peserta konferensi ketika jam makan siang, dua band tampil pada pembukaan dan penutupan acara yang diselenggarakan di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada ini.

Saat pembukaan pada 23 Agustus 2013 di gedung GSP Universitas Gadjah Mada, KRST menampilkan anggota terbaiknya yang terdiri dari Mas Ardhi, Mas Endi, Mbak Devi, serta Mas Andre. Mereka juga berkolaborasi dengan Paduan Suara Mahasiswa UGM. Pada kesempatan tersebut, KRST membawakan dua lagu, yakni medley tanah air dan medley internasional yang terdiri dari lagu Kokoro No Tomo (Jepang), In A Rush (Amerika), No Me Ames (Spanyol), Jai Ho (India), Waka Waka (Afrika Selatan), dan Gangnam Style (Korea Selatan).

Sementara itu, sebelas anggota sub-trah seni musik terbaik lain dikerahkan untuk menghibur peserta konferensi saat acara penutupan. Ama, Monic, Imam, Via, dan Salma pada vokal, Aga dan Tunggul pada gitar, Iqbal dan Debby pada bass, Vikra pada keyboard, serta Aji pada cajon berhasil menutup acara konferensi dengan tiga lagu yang kental dengan nuansa ke-Indonesia-an, seperti Ampar-ampar Pisang yang berasal dari Kalimantan Selatan, Jaranan yang berasal dari Jawa, serta Rumah Kita yang menyiratkan tentang kebanggaan rakyat Indonesia terhadap tanah airnya. Kostum hitam dengan nuansa batik dipilih untuk memperkuat konsep.

Pengisi Closing AASP (dari kiri ke kanan)
Atas: Imam, Via, Ama, Salma, Monic, Aji
Bawah: Tunggul, Vikra, Iqbal, Debby
Rumah Kita - KRST
Selain membawakan tiga lagu bersama KRST, Imam, Vikra, Tunggul, Aga, dan Aji juga berkolaborasi dengan Angklung Universitas Padjajaran untuk menutup acara yang dihadiri 880 peserta dari 34 negara tersebut.

KRST Bersama Anggota Angklung Unpad