Selasa, 08 Mei 2012

Paparan Seni Bebas Melalui Panggung Bebas


Pada hari Jumat tanggal 4 Mei 2012 lalu, KRST mengadakan sebuah acara bernama "Panggung Bebas" yang diadakan di kantin Fakultas Psikologi. Seperti namanya, acara tersebut memang merupakan sebuah pertunjukkan seni yang bebas dan tidak terbatas dalam media apapun. Bahkan untuk pengisi acaranya juga termasuk bebas dimana tidak hanya anak-anak KRST ataupun mahasiswa Psikologi saja yang tampil namun ada juga penampilan dari komunitas DAC (Deaf Art Community) dan penampilan dari beberapa anak ISI Yogyakarta.

Acara ini sebenarnya tidak ada dalam program kerja KRST, namun harus diakui bahwa acara-acara macam ini justru sangat penting untuk menyalurkan bakat-bakat ataupun ide terpendam untuk disalurkan secara bebas. Acara dimulai pada pukul 17.00 dan dibukan dengan berbagai penampilan musik. Yang menarik dari para penampil-penampil tersebut banyak yang berasal dari angkatan 2011. Hal ini menunjukkan antusiasme dan apresiasi para mahasiswa baru tersebut akan seni amatlah besar.


Setelah jeda Maghrib pada pukul 18.00 acara dilanjutkan dengan penampilan empat sinden dari KRST yang menyanyikan dua lagu dimana salah satunya adalah lagu "Perahu Layar" dan "Panggung Sandiwara". Jelas penampilan dari "empat dara" tersebut jadi sebuah alternatif yang cukup baru dimana biasanya dalam pertunjukkan seni kampus akhir-akhir ini pertunjukannya terbatas dalam peform musik biasa ataupun band. Setelah itu pertunjukkan dilanjutkan dengan sebuah perform lagu My Valentine milik Paul McCartney. Yang membuat penampilan ini istimewa adalah tidak hanya lagunya saja yang dimainkan tapi juga ada iringan sign language seperti yang juga muncul pada video klipnya. Penampilan tersebut juga bisa dibilang merupakan persembahan dari KRST khususnya kepada para anggota DAC yang setelah itu lanjut menamnpilkan aksi mereka. Ya, anak-anak DAC yang notabene semuanya adalah tuna rungu adalah penampilan yang paling mencuri perhatian penonton malam itu. Dibuka dengan visualisasi puisi karya mereka sendiri yang dibawakan dengan bahasa isyarat, mereka melanjutkan aksinya dengan break dance yang diiringi oleh dentuman musik beat box.

Tentu saja penampilan tersebut mengundang kekaguman dan membuat penonton tersentuh karena siapa sangka dengan kekurangan mereka anak-anak DAC mampu menampilkan sajian yang memukau seperti itu. Setelah penampilan DAC yang diiringi oleh rintik hujan, acara lanjut dengan penampilan modern dance yang menampil dibawah guyuran hujan. Meski hujan makin lebat tapi antusiasme penonton dan para penampil sama sekali tidak menyurut. Acara kembali dilanjutkan diatas panggung dengan sebuah pembacaan puisi berjudul Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta karya WS Rendra oleh dua orang anggota KRST. 

Setelah puisi giliran penampilan teater yang disuguhkan oleh KRST. Mereka menampilkan naskah Main-Main Takdir yang diciptakan oleh Rasyid, salah seorang anggota KRST. naskah tersebut berkisah tentang sebuah dunia paralel. Setelah teater, giliran para senior dari KRST yang juga menampilkan pembacaan puisi dan sedikit obrolan santai yang menyentil berbagai sisi kehidupan yang dibumbui beberapa guyonan segar. Kemudian acara ditutup dengan penampilan band dari ISI yang membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri dan memanaskan malam yang sempat diguyur hujan tersebut. Disamping berbagai penampilan tadi, sepanjang acara berlangsung divisi seni rupa KRST juga menampilkan live mural untuk mempertunjukkan karya mereka secara langsung. Dibawah ini adalah beberapa dokumentasi dari acara malam itu

penampilan musik semi-etnik dari musisi-musisi bilik

bebas corat-coret di panggung bebas



penampilan dari teman-teman Deaf Art Community (DAC)


pembacaan puisi oleh duet kak Regis (kiri) dan kak Dhani (kanan)

Rasyid ingin membuktikan bahwa dirinya tidak cuma tampan

penampilan yang mesra dari kak Aga dan kak Arindah


duo klasik Komz dan Iwan ikut mewarnai malam


penampilan teater kecil-kecilan, dengan setting seadanya

performa dan aksi panggung yang istimewa dari teman-teman ISI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar